
10 kebiasaan buruk menimpa otak kita
Kurng lbih keterangan sebagian hadits
ُلْوُسَر
ِهللا ىَّلَص
ُهللا
ِهْيَلَع
ِهِلآَو
َمَّلَسَو
ُلْوُقَي ْيِف
ِدْوُجُس
ِنآْرُقْلا
ِلْيَلْلاِب
َدَجَس
ْيِهْجَو
ْيِذَّلِل
ُهَقَلَخ
َّقَشَو
ُهُعْمَس
ُهُرَصََبَو
ِهِلْوَحِب
ِهِتَّوُقَو “
Adlh Nabi saw beliau mmbaca dari sujud Al- Qur ’an (sujud tilawah-pent.) pada mlam hari : Telah sujud wajahku kepada Yng Mnciptaknku, maka bratlh pendengaran dan penglihatan karena kemampuan dan keku atan-Nya ” . Dan dlm riwayat Hakim ada tambahan : “Maka Maha Berkah Allah sebaik-baik pencipta”. Dn dalam riwayat Ibnu Khuzaimah: Bliau mengu capkannya tiga kali “. Hadits ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahaway dalam Musnadnya 3 /965 no.1679,Ibnu Abi Syaibh dalam AlMushonnaf 1/380 no.4372 , Ahmad dlm Musnadnya 6 /30 , Tirmidzy 2 /474 no.580 dan 5 /456 no.3425 , An-Nasai 2 /222 no.1129 dan Al-Kubro 1 /239 no.714 , Abu Ahmad Al Hakim dalm Syi ’ar Ashhabul Hdits.no.82,83,Ibnu Khuzaimh 1 / 382 , Hakim 1 / 341-342 , Ad-Daraquthny 1 /406 , Al-Baihaqy 2/325, Abu Syaikh Al Ashbahany dlm AthThobaqat 3 /513 dan Ath-Thobarany dlam Al-Ausath 4/9 no.4376. Semua meriwayatkn hadits ini dari jln Khalid bin Mihran Al-Hadzdza` dr Abul ’Aliyah dari’Aisyah. Cacat yg menyebabkan hadits ini lemh adlh Khalid bin Mihran tidak mendengar dari Abul ’Aliyah. Brkata Imam Ahmad : “Khalid tidak mndngar dari Abul’Aliyah . Baca : Tahdzib AtTahdzib dn Jami’At-Tahshil karya Al- ˜Ala`i. Dan Ibnu Khu zaimah dlam Shohihnya mene gaskan bahwa sbnrnya antara Khalid dan Abul ’Aliyah ada perantara yaitu seorang rowi mubham (seorang lelaki yang tidak disebut namanya-pen. ). Saya brkata : Apa yang disebut kan oleh Imm Ahmad dn Ibnu Khuzaimah ini memang benar krena Khalid bin Mihran dari se luruh referensi yang disbutkan di atas ia meriwa yatkan dari Abul 'Aliyah dngan lafadz’An (dari) sehingga riwayat Khalid ini dianggp terputus dari Abul ’Aliyah apabila telah terbukti ada riwayat lain menyebutkan ada prantara antra Khalid dgn Abul ’Aliyah. Dan ternyta ada riwayt dari jalan’ Isma’il bin’Ulayyah dari Khalid bin Mihran dari seorang lelaki dari Abul ’ Aliyah dari’Aisyah - r.a Riwyt Isma’il bin Ulayyah ini dikeluarkan oleh Ahmad dlam Musnadnya 6 /217 , Abu Daud 2 /60 no. 1414 , Ibnu Khuzaimah 1/283dn AlBaihaqy dalam Al-Kubro 1/325 dan As- Sughro 1/509. Maka bisa disim pulkan bahwa hadits’ Aisyah ini adalah hadits yang lemah karena Khalid tidak mndengar dari Abul ’Aliyah dan prantra antara keduanya adlh seorang rawi mubham. Karena itulah hadits ini disbutkn oleh Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi ’y - rahimahullahu- dalam Ahadits Mu ’allah Zhohiruha Ash- Shihhah hadits no. 395. Kedua Hdits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma-َأَرَق
ُّيِبَّنلا
ىَّلَص ُهللا
ِهْيَلَع
ِهِلآَو
َمَّلَسَو
ًةَدَجَس
َّمُث َدَجَس
ُهُتْعِمَسَف
َوُهَو
ُلْوُقَي
َّمُهَّللا
ْبُتْكا ْيِل
اَهِب
َكَدْنِع
اًرَجَأ
ْعَضَو
ْيِّنَع اَهِب
اًرْزِو
اَهْلَعْجاَو
ْيِل َكَدْنِع
اًرَخَذ
اَهْلَّبَقَتَو
ْيِّنِم اَمَك
اَهَتْلَّبَقَت
ْنِمَكِدْبَع
َدُواَد “ Nabi
shalallahu ‘alaihi wa salam membaca satu ayat dari ayat- ayat sajadah lalu beliau sujud kmudian bliau mmbca doa:“ Wahai Allah tulislah untukku dngnnya disisiMu sbagai phala dan letakkanlah dariku dgnnya dosa dan jadikanlah untukku disisiMu sbagai modal dan teri malah driku sbgaimna Engkau menerima dari hambMu (Nabi) Daud “. Hadits ini diriwytkan oleh Tirmidzy 2 /472 no.549 dan 5/455-456 no.3424 , Ibnu Majah 1 /334 no.1053 , Ibnu Khuzaimah /282-283 no. 572-573 , Ibnu Hibban sebgaimana dalam Al-Ihsan 6/473 no.2568 dan Al-Mawarid no. 691 , Al-Hakim 1 /341 , Al- Baihaqy 2 /320 , Abu Ahmad Al-Hakim dalam Syi ar Ashhabul hadits no.84 , Ath-Thobarany11 /104 no. 11262 , Al- â €˜ Uqoily dlm AdDuafa`1/242-243, Al Khalily dalam Al- Irsyad 1 / 353-354 dan Al- Mizzy dlam Tahdzib Al-Kamal 6 /314. Semuanya meri wayatkan dari jlan Muhammad bin Yazid bin Hunais dri Hasan bin Muhammd bin’Ubaidillah bin Abi Yazid brkata kepadaku Ibnu Juraij : “ Wahai Hasan, kakekmu’ Ubaidillah bin Abi Yazid mengabarkan kepadaku dari Ibnu ’Abbas” . Saya berkata : Dalam hadits ini ada dua cacat : 1. Muhammad bin Yazid bin Hunais. Abu Hatim berkomentar tentangnya : “ Syaikhun sholihun (Seorang Syaikh yang sholeh )”. Dan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam Ats- Tsiqot maka rawi seperti ini tdk dipkai berhujjah kalau bersendirian karena itu Al-Hafidz menyimpulkan dari Taqrib At- Tahdzib : “Maqbul (diterima haditsnya kalau ada pendukungnya, klau tidak ada pendukungnya ia adlh layyinul hadits (lembek haditsnya ) 2. Hasan bin Muhmmad bin Ubai dillah. Adz-Dzahaby brkomntr tentangnya : Berkata Al-Uqoily : “laa yutaba’u’ alaihi (Ia tidak mempunyai pendukung) ” dan berkata yang lainnya : “ Padanya (Hasan bin Muham mad)ada Jahalah(tdk dikenal ). Maka rawi ini juga tidk dipakai berhujjah kalau bersendirian.. Apalagi Imam At-Tirmidzy me nganggp bhw hdits ini adalah hadits ghorib. Dn istilah hadits ghorib mnurt Imm AtTirmidzy adalah hadits lemah. Wallahu A ’lam. Kesimpuln: Tidak ada hadits yng shohih tentang doa sujud tilawah maka kalau sese orang membaca ayat dri ayat- ayat sajadah dalam sholat ke mudian ia sujud maka ia mem baca doa seperti yang ia baca dalam sujud sholat. Ini meru pakan pendapat Imam Ahmad sebagaimana dalam AlMughny 2 /362 dn Masail Imam Ahmad riwayt Ibnu Hany 1/98. Adpun kalau sujud tilawahnya di luar sholat maka tidak ada syariat mmbaca doa apapun. Wallahu A ’lam. Adpun doa sujd shwi kmi tidak mengetahui ada doa yg khusus pda sujud sahwi ter sebut mungkin karna itu Imm Ibnu Qudamah brkata bahwa yg dibaca dalam sujud sahwi adalah sama dengan apa yang dibaca pada sujud sholat.
Ulama adalah pewaris Nabi
ملسو bersabda نإ
ُءاَمُلُعْلا
ُةَثَرَو
ِءاَيِبْنَألْا ،
َّنِإ
َءَايِبْنَألْا
ْمَل
اْوُثِّرَوُي
اًرَانْيِد
َالَو
ًامَهْرِد
اَمَّنِإ
اْوُثَّرَو
َمْلِعْلا
ْنَمَف َذَخَأ
ِهِب ْدَقَف
َذَخَأ
ٍّظَحِب
ٍرِفاَو
Sesungguhnya ulama adlh pe waris para nabi. Sungguh para nabi tidak mwariskn dinar dan dirham. Sungguh mereka hnya mewariskn ilmu maka barang siapa mngambil warisn trsbut ia tlah mngambil bagian yang banyak. ” (Tirmidzi, Ahmad, Ad Darimi, ............Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani) Rasulullah
ىلص ا هلل هيلع
ملسو bersabda
َّنِإ َهللا
َال ُضِبْقَي
َمْلِعْلا
ًاعاَزِتْنا
ُهُعِزَتْنَي
َنِم
ِدَابِعْلا ،
ْنِكَلَو
ِضْبَقِب
ِءَامَلُعْلا.
ىَّتَح اَذِإ
ْمَل ِقْبُي
ًامِلَاع
َذَخَّتا
ُساَّنلا
ًاسْوُؤُر
ًالاَّهُج
اوُلِأُسَف
اْوَتْفَأَف
ِرْيَغِب
ٍمْلِع
اوُّلَضَف
اوُّلَضَأَو
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan menca butnya dari hmba-hmba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengn diwaftknnya pr ulama shingga jika Allah tdk mnyisakan seorg alim pun, maka orng-orng me ngangkat pemimpin dari kala ngan orang-orang bodoh. Ke mudian mereka ditanya, mrka pun berfatwa tnpa dasar ilmu. Mereka sesat dn menyesatkan. (HR. Al- Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
periwayatan terbanyak. Abu Hurairah r.a
هيلع ملسو yang
paling banyak meriwayatkan
hadits ialh: Abu Hurairah 5374 hdits, Ibnu Umar 2630 hadits, Anas bin Malik 2286 hadits, Aisyah 2210 hdits, Ibnu Abbas 1660 hdits, Jabir bin Abdullah 1540hdits, Abu Sa'id Al-Khudri 1170 hadist, Ibnu Mas'ud 848 hadits, Ibnu 'Amr bin Ash 700 hdits, Abu Dzarr Al- Ghifari 281 hadits, Abu Darda' 179 hadits (Talqih fahum ahli ~~~al.atsar karya Ibn Jauzi) ~~~Rasulullah ىلص ا
هلل هيلع ملسو
bersabda ُرْيَخ
ِساَّنلا
ْيِنْرَق
َّمُث
َنْيِذَّلا
ْمُهَنْوُلَي
َّمُث
َنْيِذَّلا
ْمُهَنْوُلَي
“ Sebaik-baik manusia adalh gnerasiku (para shabat) kemu dian generasi berikutnya (tabi ’in) kemudian generasi berikutnya ( tabiu’ttabi’in )” (Hadits Bukhari & Muslim) Imam Malik همحر
هللا telah berkata :
ُّلُك ٍرْيَخ
يِف ِعَابِتإ
ْنَم فَلَس َو
ُّلُك ٍّرَش
يِف
ِعَادِتْبإ
ْنَم ِفَلَخ
“Setiap kebaikan adalah apa- apa yang mengikuti para pen dahulu (salaf), dan setiap keje lekan adalh apa-apa yng diada adakan org kemudian (kholaf) dan “ Tidk akn baik akhir dari umat ini kecuali kembali berda sarkan perbaikan yg dilakukan oleh generasi prtma. Rsulullah ىلص
ا هلل هيلع ملسو
bersabda “Akan senantiasa ada d antra ummtku skelmpok orang yang tampil membela kebenaran, tidak membahaya kan mereka orang-orang yang menelantarkan mrka sehingga datang (hari Kiamat) ktetapan Allah, sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian. ” ( Hadits Muslim)
Salafi, kenapa dengan Assalafi?
Umar bin Al-Khaththab
Untk kmbali ke halaman depan silahkan KLIK DISINI
Umar bin al-Khaththab (wafat 23 H) Nama lengkapnya adalah Umar bin Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisy al-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan Abu Hafash dan digelari dengan al-Faruq. Ibunya bernama Hantimah binti Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah. Awal Keislamanya. Umar masuk Islam ketika para penganut Islam kurang lebih sekitar 40 org terdiri dari laki- laki dan perempuan. Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Hakim telah meriwayatkan dengan riwayat yang sama bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam telah berdo’a,” Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam .”. Berkenaan dengan masuknya Umar bin al-Khaththab ke dalam Islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang diungkap oleh Imam Suyuti dalam kitab “ Tarikh al-Khulafa’ ar-Rasyidin” sebagai berikut: Anas bin Malik berkata:” Pada suatu hari Umar keluar sambil menyandang pedangnya, lalu Bani Zahrah bertanya” Wahai Umar, hendak kemana engkau? ,” maka Umar menjawab, “ Aku hendak membunuh Muhammad .” Selanjutnya orang tadi bertanya:” Bagaimana dengan perdamaian yang telah dibuat antara Bani Hasyim dengan Bani Zuhrah, sementara engkau hendak membunuh Muhammad ”. Lalu orang tadi berkata,” Tidak kau tahu bahwa adikmu dan saudara iparmu telah meninggalkan agamamu ” . Kemudian Umar pergi menuju rumah adiknya dilihatnya adik dan iparnya sedang membaca lembaran Al-Quran, lalu Umar berkata, “ barangkali keduanya benar telah berpindah agama ”,. Maka Umar melompat dan menginjaknya dengan keras, lalu adiknya (Fathimah binti Khaththab) datang mendorong Umar, tetapi Umar menamparnya dengan keras sehingga muka adiknya mengeluarkan darah. Kemudian Umar berkata: “ Berikan lembaran (al-Quran) itu kepadaku, aku ingin membacanya ”, maka adiknya berkata.” Kamu itu dalam keadaan najis tidak boleh menyentuhnya kecuali kamu dalam keadaan suci, kalau engaku ingin tahu maka mandilah ( berwudhulah/bersuci) .”. Lalu Umar berdiri dan mandi (bersuci) kemudian membaca lembaran (al-Quran) tersebut yaitu surat Thaha sampai ayat, ” Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhanselain Aku, maka sembahlah Aku dirikanlah Shalat untuk mengingatku .” (Qs. Thaha:14). Setelah itu Umar berkata,” Bawalah aku menemui Muhammad.”. Mendengar perkataan Umar tersebut langsung Khabbab keluar dari sembunyianya seraya berkata:”Wahai Umar, aku merasa bahagia, aku harap do’a yang dipanjatkan Nabi pada malam kamis menjadi kenyataan, Ia ( Nabi) berdo’a “ Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam .”. Lalu Umar berangkat menuju tempat Muhammad Shallallahu alaihi wassalam, didepan pintu berdiri Hamzah, Thalhah dan sahabat lainnya. Lalu Hamzah seraya berkata ,” jika Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya dia akan masuk Islam, tetapi jika ada tujuan lain kita akan membunuhnya ”. Lalu kemudian Umar menyatakan masuk Islam dihadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam. Lalu bertambahlah kejayaan Islam dan Kaum Muslimin dengan masuknya Umar bin Khaththab, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud, seraya berkata,” Kejayaan kami bertambah sejak masuknya Umar. ”. Umar turut serta dalam peperangan yang dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “ Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin ”. Rasulullah memberikan gelar al-Faruq kepadanya, sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia berkata,” Aku telah bertanya kepada Aisyah, “ Siapakah yang memanggil Umar dengan nama al-Faruq? ”, maka Aisyah menjawab “ Rasulullah ”. Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:” Sungguh telah ada dari umat-umat sebelum kamu para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘ Umarlah orangnya ”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi bersabda,” Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin al-Khaththab orangnya .”. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Umar dia berkata,” Nabi telah bersabda:” Sesungguhnya Allah telah mengalirkan kebenaran melalui lidah dan hati Umar ”. Anaknya Umar ( Abdullah) berkata,” Apa yang pernah dikatakan oleh ayahku (Umar) tentang sesuatu maka kejadiannya seperti apa yang diperkirakan oleh ayahku ”. Keberaniannya Riwayat dari Ibnu ‘Asakir telah meriwayatkan dari Ali, dia berkata,” Aku tidak mengetahui seorangpun yang hijrah dengan sembunyi sembunyi kecuali Umar bi al-Khaththab melakukan dengan terang terangan ”. Dimana Umar seraya menyandang pedang dan busur anak panahnya di pundak lalu dia mendatangi Ka’bah dimana kaum Quraisy sedang berada di halamannya, lalu ia melakukan thawaf sebanyak 7 kali dan mengerjakan shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim. Kemudian ia mendatangi perkumpulan mereka satu persatu dan berkata,” Barang siapa orng yg ibunya merelakan kmatiannya, anaknya menjadi yatim dn istrinya mnjadi janda, maka temuilah aku di blakang lembah itu . Ksaksian trsebut menunjukan keberanian Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu. Wafatnya Pada hari rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H ia wafat, ia ditikam ketika sedang melakukan Shalat Subuh beliau ditikam oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar dimakamkan di samping Nabi dn Abu Bakar ash Shiddiq, beliau wfat dlm usia 63 tahun. Disalin dr Biografi Umar Ibn Khaththb dlm Tahbaqat Ibn Sa’ad, Tarikh al-Khulafa'ar Rasyidin Imm Suyuthi
-
CARA MANDI RASULULLAH SAW - Yang diajarkan oleh Baginda... 1. Bermula dari segayung siram di telapak kaki. 2. Segayung di betis. 3. Segayung di paha. 4. Segayung di perut. 5. Segayung...
-
BERBAGI CINTA DAN ILMU UNTUK KITA DAN SAHABAT - Sering Share Ilmu Bukan Untuk “Sok Alim” Tetapi Berharap Pahala Dakwah... Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak disangka, satu share ilmu dan faidah t...
-
SURAH AL-FATIHAH - بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ *﴿١﴾* الحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العٰلَمينَ *﴿٢﴾* الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ *﴿٣﴾* مٰلِكِ يَومِ الدّينِ *﴿٤﴾* إِيّاكَ نَعبُدُ وَ...
-
Label
Sahabat titip senyum qu yaa.. Jika suatu saat kita bertemu, ku akan mengambilnya kembali, kemudian memberikannya lg untukmu, dengan penuh ke ikhlasan...
Lewat seorang sahabat yang
mulia yaitu Sa'ad bin Abi Waqash
radhiyallahu anhu, beliau
berkata:
Pada saat kami bersama
Rasulullah shalallahu alaihi
wassalam beliau bersabda:
''Apakah seseorang diantara
kalian tidak mampu untuk
mendapatkan 1000 kebaikan
dalam sehari?'' Maka salah
seorang yang duduk diantara
kami bertanya: ''Bagaimana
salah seorang diantara kami
mendapatkan 1000 kebaikan?''
Beliau bersabda: ''Bertasbih 100
kali, niscaya ditulis baginya 1000
kebaikan atau dihapus darinya
1000 kesalahan'' - (Hadist Shahih
Riwayat Muslim).
ke lintasan
*** PENCIPTA'AN LAUTAN~SUNGAI
*** PENCIPTA'AN SELURUH LAPISAN LANGIT
*** GALAXY BIMA SAKTI
*** PENCIPTA'AN MALAIKAT
*** PENCIPTA'AN JIN KISAH SYETHAN
*** PENCIPTA'AN NABI ADAM AS
*** KISAH DUA ANAK ADAM
*** WAFATNYA ADAM ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI IDRIS ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI NUH ALAIHISSALAM
*** KISAH HUD ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI SHALIH ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI IBRAHIM ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI LUTH ALAIHISSALAM
*** KISAH NABI SYU'AIB ALAIHISSALAM






Jakarta 
